Cara Praktis Membeli Buku Digital di Google Play


DI era yang serba digital saat ini, hampir semua pernak-pernik kebutuhan manusia bisa dibeli secara online. Termasuk buku.

Kini, untuk membeli buku Anda tak perlu capek-capek ke toko buku. Anda bisa membeli buku via online.
Buku yang dibeli secara online tak hanya buku cetakan, namun juga buku digital. Berbeda dengan buku cetak yang perlu beberapa hari untuk tiba di rumah, buku digital bisa langsung dibaca beberapa detik setelah dibeli.

Saat ini, ada beragam situs yang menyediakan buku digital, baik yang gratis maupun berbayar. Salah satu situs atau layanan yang menyediakan buku digital adalah Google Play Store.

Dan ternyata, proses membeli buku digital di Google Play Store relatif mudah, dan simpel.

Jadi, bagaimana cara membeli buku digital atau ebook di Google Play Store?
Ini tahapannya.

Pertama, Anda tentu harus masuk ke Google Play. Biasanya ikon Google Play tersedia secara otomatis di hampir semua ponsel berbasis android keluaran terbaru.

Google Play menyediakan beragam pilihan, seperti aplikasi, game, film dan buku. Untuk bisa membeli buku, klik "MOVIES, BOOKS, NEWSSTAND".



Selanjutnya pilih "BOOKS"

Pada kategori Books, ada beragam pilihan, mulai dari buku terlaris hingga yang baru dirilis. Kita tinggal mencari buku mana yang cocok, baik fiksi maupun non fiksi. Kita juga bisa 'mengintip' beberapa halaman dari buku yang diincar untuk mendapatkan gambaran seperti apa buku yang akan dibeli.

Misalkan kita ingin membeli buku dengan judul "Gajah Mada Rebirth: Cinta Dua Dunia" terbitan Daun Ilalang Publishing, kita tinggal klik cover buku dimaksud.



Kita akan dibawa ke halaman khusus buku Gajah Mada Rebirth. Pada halaman ini tertera berbagai hal terkait informasi buku, seperti deskripsi, jumlah halaman dan sebagainya.
Jika bermaksud membeli, klik "BUY IDR37,350". Maksudnya, buku itu bisa dibeli seharga 37.500 rupiah.



Selanjutnya Google mempersilakan untuk mengklik "CONTINUE" guna menentukan metode pembayaran.



Ada 3 metode pembayaran yang disediakan. Yakni membeli menggunakan kartu kredit, menggunakan pulsa provider seluler dan "Redeem code".



Metode pembelian yang paling praktis adalah menggunakan pulsa provider seluler. Tentu dengan catatan pulsa mencukupi, hehehe.

Jika ingin membeli menggunakan pulsa, klik "Use Telkomsel billing". Biasanya Google Play mendeteksi secara otomatis apa provider ponsel yang digunakan, seperti Telkomsel, Indosat dan sebagainya.
Akan muncul pemberitahuan bahwa harga buku bisa bertambah karena fluktuasi nilai tukar, fee bank dan pajak. Jika setuju, klik "BUY".



Google Play akan meminta konfirmasi apakah benar ingin membeli buku Gajah Mada Rebirth seharga Rp 37.500. Klik "CONFIRM".



Kita kembali dibawa ke halaman Gajah Mada Rebirth, dan terlihat ada sedikit perubahan tampilan. Pada bagian "BUY IDR37,350" sudah berubah menjadi "READ".



Jika ingin membaca, klik "READ".



Beberapa saat kemudian muncul pesan singkat dari Telkomsel. Ternyata setelah ditambah PPN dan biaya jasa, harga buku menjadi Rp 41.832.



Google Play juga mengirimkan konfirmasi bahwa proses pembelian sudah berlangsung.



Proses pembelian buku digital di Google Play berlangsung sangat singkat, dan sama sekali tidak ribet.

Jadi alternatif

Selama ini Google Play identik sebagai "surga aplikasi" karena bejibunnya apps yang tersedia. Google Play juga menyediakan beragam game menarik.

Tapi Google Play tak hanya menyediakan aplikasi dan game. Google Play juga menyediakan beragam buku yang bisa dibeli dengan harga terjangkau, dengan proses yang yang sangat mudah.

Membeli buku digital di Google Play hanya dengan beberapa sentuhan jari, dan beragam literatur bisa dibaca kapan dan di mana saja.

Di sisi lain, bagi mereka yang gemar menulis, Google Play juga menjadi pasar yang cukup menjanjikan.

Sayang, sejak 2015 Google Play tidak lagi menerima akun baru untuk mempublikasi buku. Jadi, selang dua tahun terakhir praktis tak ada "pemain baru" yang masuk. Itu memang merugikan bagi mereka yang tertarik untuk berkiprah, namun menguntungkan bagi mereka yang "terlanjur" membuat akun, sehingga bisa menjual buku, mumpung persaingan relatif masih sedikit.

Merambah Belantara Digital



Menerbitkan buku cetakan itu menyenangkan. Kami mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran baru. Namun menerbitkan buku cetak itu sangat kompleks, ribet dan juga (ehm), lumayan mahal.

Kami kemudian menemukan lahan baru. Yang lebih simpel dan murah meriah. Dunia digital. Kami pun memutuskan untuk merambah dunia digital.

Keuntungan utama menerbitkan buku secara digital adalah pangsa pasar. Jika buku dibuat dalam bahasa Inggris, maka pasar terbuka hingga ke seluruh dunia.

Pasar dalam negeri juga lumayan menjanjikan, terutama dengan semakin populernya ponsel berbasis Android. Kini banyak pengguna ponsel cerdas yang juga memilih untuk membaca melalui perangkat ponselnya

Kami pun memutuskan untuk berkiprah di ranah digital dalam negeri, dengan membuat buku berbahasa Indonesia dan dijual di Google Play Store.

Rumah Kayu, Ketika Angan Menjadi Nyata



Menerbitkan buku? Itu angan-angan, mimpi bercampur imajinasi. Bagi kami, menerbitkan buku itu ibarat pungguk merindukan kembang, eh bulan.

Menerbitkan buku itu merupakan hil yang mustahal, menurut pelawak Srimulat, Asmuni.

Namun kami ternyata bisa mewujudkan angan dan mimpi itu. Kami bisa menerbitkan buku, yang tulisannya diambil dari blog Rumah Kayu di Blogdetik.

Buku yang diberi judul "Senandung Cinta dari Rumah Kayu" itu akhirnya terbit. Saat itu, tahun 2008, blogger yang menerbitkan buku berbahasa Indonesia masih tergolong jarang. Apalagi, saat itu, blog masih menjadi "mainan" baru bagi mayoritas masyarakat Indonesia.

Buku itu disalurkan ke berbagai toko buku di sejumlah kota besar di Indonesia. Dan, dari sisi komersil, hasilnya lumayan. Kami bisa balik modal dan bisa mendapatkan royalti yang masing-masing setara dengan harga sebuah laptop merek ternama. Lumayan, hehehe


Pada Mulanya Adalah Kata



Pada mulanya adalah kata. Yang berangkai menjadi kalimat. Yang membentuk tulisan.

Tulisan-tulisan itu, ada yang mengendap dan terbenam dalam lautan jutaan blog. Ada yang kemudian beralih-rupa menjadi medium yang sama sekali berbeda. Menjadi buku.

Kami, DaunIlalang Publishing mencoba menjadi wahana yang bisa mengubah rangkaian kata menjadi buku. Baik buku yang dicetak, dan yang terutama--dan yang paling mudah, buku digital.

Dan inilah kami. Dengan karya yang masih bisa dihitung dengan jari...